Metronewstv.ID – Jalur banjir kanal yang melintasi Kecamatan Batanghari dan Kecamatan Sekampung kembali menjadi sorotan. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Metro mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung untuk mendesak penanganan serius terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai menjadi pemicu berulangnya kecelakaan lalu lintas hingga menelan korban jiwa.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum Pimpinan Komisariat Fakultas Hukum UM Metro, Fachrul Ramadhan, menegaskan bahwa persoalan di jalur banjir kanal tidak bisa lagi dianggap sebagai kecelakaan biasa. Menurutnya, minimnya penerangan jalan, tidak adanya pagar pengaman (guardrail) di sejumlah titik, serta kondisi infrastruktur yang membahayakan menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Korban terus berjatuhan, tetapi perbaikan belum terlihat signifikan. Keselamatan masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh lambannya penanganan,” tegas Fachrul, Rabu 29 Juli 2026.
IMM meminta BBWS Mesuji Sekampung tidak berhenti pada penerimaan aspirasi semata, melainkan segera mengambil langkah konkret di lapangan. Mereka menilai jalur tersebut telah lama menjadi titik rawan kecelakaan yang membutuhkan intervensi cepat.
Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Sekretaris BBWS Mesuji Sekampung, Alfid Yannuardi. Ia menyatakan pihaknya mengapresiasi masukan yang disampaikan IMM dan mengakui bahwa persoalan keselamatan di jalur banjir kanal menjadi perhatian serius.
“Kami mengapresiasi kepedulian rekan-rekan IMM Kota Metro. Masukan ini menjadi catatan penting dan akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Alfid.
BBWS menyatakan akan melakukan tinjauan lapangan di titik-titik rawan kecelakaan, berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pemerintah daerah terkait pengadaan rambu keselamatan, penerangan jalan, serta pagar pengaman, dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di sepanjang sempadan banjir kanal.
Meski demikian, publik kini menunggu realisasi dari komitmen tersebut. Sebab, kecelakaan di jalur banjir kanal bukan persoalan baru, sementara berbagai keluhan masyarakat mengenai minimnya fasilitas keselamatan telah berulang kali disampaikan.
IMM menegaskan akan terus mengawal tindak lanjut BBWS hingga perbaikan benar-benar dilakukan. Bagi mereka, ukuran keberhasilan bukanlah jumlah rapat atau audiensi, melainkan berkurangnya kecelakaan dan tidak adanya lagi korban jiwa di jalur banjir kanal.
Desakan IMM menjadi pengingat bahwa keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama. Ketika infrastruktur berisiko dibiarkan tanpa perbaikan, maka setiap keterlambatan penanganan berpotensi dibayar dengan nyawa masyarakat.(Red)












