Metronewwtv.ID– SMK Muhammadiyah 3 Metro memulai Forum Ta’aruf Siswa (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pendekatan yang berbeda.
Sebelum rangkaian orientasi siswa berlangsung pada 16–18 Juli 2026, sekolah terlebih dahulu menggelar seminar parenting yang menghadirkan motivator pendidikan Gus Marlock sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam membangun karakter sejak awal memasuki dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) itu dihadiri Kepala SMK Muhammadiyah 3 Metro M. Husin Fadillah Akbar, S.Pd.I., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro H. Kustono, S.Ag., Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., dewan guru, wali murid, serta ratusan siswa baru.
Bagi SMK Muhammadiyah 3 Metro, FORTASI bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal membangun budaya belajar yang sehat, karakter yang kuat, dan kolaborasi antara keluarga dengan sekolah.
Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik maupun keterampilan vokasi, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik.
“Anak-anak yang hari ini dipercayakan kepada SMK Muhammadiyah 3 Metro adalah amanah. Tugas kami bukan hanya membekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai jurusannya, tetapi juga menanamkan akidah, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan agar kelak mereka mampu menggapai cita-cita sekaligus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,”ujar Kustono.
Ia berharap seluruh siswa memanfaatkan masa pendidikan sebagai kesempatan mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H., mengapresiasi konsep pembukaan FORTASI yang melibatkan orang tua sebagai bagian dari proses pendidikan sejak hari pertama.
Menurutnya, masa pengenalan lingkungan sekolah seharusnya menjadi proses adaptasi yang memberikan rasa aman, nyaman, dan semangat belajar kepada peserta didik baru.

“FORTASI jangan dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi masa pembiasaan bagi siswa untuk mengenal budaya sekolah, membangun kedisiplinan, serta memahami nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama mereka menempuh pendidikan,”katanya.
Ia juga menilai keterlibatan wali murid merupakan langkah strategis dalam membangun komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah sehingga proses pendidikan dapat berjalan selaras.
Puncak kegiatan diisi dengan seminar parenting oleh Gus Marlock yang mengangkat pentingnya pendidikan karakter di tengah tantangan zaman.

Dalam paparannya, Gus Marlock mengajak orang tua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah. Menurutnya, karakter anak pertama kali dibentuk di rumah melalui cara orang tua berkomunikasi, memberi teladan, dan mendampingi tumbuh kembang anak.
“Karakter anak tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari komunikasi yang baik, kasih sayang, perhatian, dan keteladanan orang tua. Ketika anak datang ke sekolah, tugas guru adalah menguatkan fondasi yang sudah dibangun di rumah. Karena itu, pendidikan harus menjadi kerja sama yang utuh antara keluarga dan sekolah,”tegasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa baru bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik.
Menurutnya, setiap anak harus memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi pegangan dalam kehidupan, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, konsistensi, etika, akhlak, serta penghormatan kepada orang tua dan guru.
“Nilai boleh tinggi, tetapi tanpa kejujuran dan akhlak, seseorang akan kehilangan kepercayaan. Sebaliknya, anak yang berkarakter baik akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan, karena ilmu dan moral berjalan beriringan,”pesan Gus Marlock di hadapan para siswa dan wali murid.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Metro, M. Husin Fadillah Akbar, S.Pd.I., mengatakan seminar parenting sengaja ditempatkan sebagai pembuka FORTASI karena sekolah meyakini keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses belajar di kelas, tetapi juga pada dukungan keluarga.

Ia berharap hubungan antara sekolah dan orang tua tidak berhenti pada saat penerimaan peserta didik baru, melainkan terus terjalin selama proses pendidikan berlangsung.
“Kami ingin membangun kemitraan yang kuat dengan orang tua. Ketika sekolah dan keluarga memiliki visi yang sama, pembentukan karakter dan peningkatan prestasi anak akan berjalan lebih optimal. Itulah semangat yang kami bawa dalam FORTASI tahun ini,”ujarnya.
Rangkaian FORTASI SMK Muhammadiyah 3 Metro akan berlanjut pada 16 hingga 18 Juli 2026 dengan berbagai agenda, mulai dari pengenalan budaya sekolah, tata tertib, organisasi siswa, penguatan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, hingga pengembangan karakter dan kepemimpinan.
“Melalui pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik, SMK Muhammadiyah 3 Metro ingin memastikan bahwa FORTASI tidak berhenti sebagai kegiatan orientasi semata, tetapi menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan, dunia kerja, dan kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (Red)












