Kota Metro

Gerakan Jum’at Berkah GML Metro, Warga Tukar Sampah dengan Sembako

×

Gerakan Jum’at Berkah GML Metro, Warga Tukar Sampah dengan Sembako

Sebarkan artikel ini

Metro, Lampung — Gerakan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian dan pemanfaatan sampah yang diinisiasi GML Indonesia Kota Metro terus bergerak secara konsisten. Melalui program rutin “Jum’at Berkah”, warga diajak menukar sampah rumah tangga dengan paket sembako di kawasan Pesantren Sampah Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Selain membantu mengurangi volume sampah, program itu juga diharapkan mampu membangun kesadaran warga terhadap nilai ekonomis sampah daur ulang.

Ketua DPD GML Indonesia Kota Metro, Slamet Riadi mengatakan, program “Sembako Ditukar Sampah” sengaja digagas untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

“Ya hari ini Jum’at Berkah kita menginisiasi sembako ditukar dengan sampah atau sebaliknya. Ini untuk memaksimalkan pemberdayaan warga tentang pengelolaan dan pemanfaatan daur ulang sampah bersama Pesantren Sampah Kecamatan Metro Utara,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga. Warga didorong untuk mengumpulkan sampah dari lima hingga sepuluh rumah sebelum diangkut ke lokasi pesantren sampah untuk didaur ulang.

Adapun paket sembako yang dibagikan kepada warga terdiri dari minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, tepung terigu satu kilogram, lima bungkus mi instan, serta satu botol sirup. Sementara jenis sampah yang diterima meliputi botol plastik bekas, kardus, kertas, plastik kemasan, hingga sampah kering lainnya.

Sementara itu, penggerak Bank Sampah, Leny Suprihatin menyebutkan, keberadaan Pesantren Sampah saat ini masih fokus pada edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terkait pemanfaatan sampah.

“Alhamdulillah, saat ini masih pada tahap edukasi dan pemberian pemahaman tentang pemanfaatan sampah. Semoga kegiatan ini bisa konsisten dan membawa manfaat untuk semuanya,” katanya.

Hal senada disampaikan warga Putwoasri, Kecamatan Metro Utara, Jaitun. Ia mengaku kini mulai terbiasa memilah sampah rumah tangga karena melihat manfaat nyata dari program tersebut.

“Biasanya sampah hanya dibuang saja, sekarang jadi lebih semangat memilah dan memanfaatkan sampah karena bisa ditukar dengan sembako. Terima kasih atas program GML Metro, semoga semakin sukses,” ungkapnya.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan dalam mengurangi persoalan sampah di lingkungan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *