Metronews, BANYUASIN – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan. Karang Taruna Kecamatan Banyuasin I meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kebakaran yang disebut masih terjadi.
Sorotan tersebut disampaikan melalui poster bertuliskan “Banyuasin Darurat Asap” yang mengajak pemerintah dan masyarakat bersama-sama menghadapi persoalan karhutla.
Dalam poster itu, Karang Taruna Kecamatan Banyuasin I juga mencantumkan data pengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Banyuasin I. Data yang ditampilkan menunjukkan sebanyak 187 orang pada Juli, 194 orang pada Agustus, dan 287 orang pada September 2026.
Berdasarkan angka yang tercantum dalam poster tersebut, jumlah pengidap ISPA mengalami peningkatan dari Juli hingga September. Namun, data tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada instansi kesehatan terkait untuk memastikan sumber dan validitasnya.
Karang Taruna meminta Pemerintah Kabupaten Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., segera mengambil langkah konkret dalam menangani karhutla dan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Karang Taruna juga menyerukan agar aparat penegak hukum menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi.
Selain penegakan hukum, kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap turut menjadi perhatian. Warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap diharapkan mendapatkan perhatian serta penanganan yang memadai.
Tim Satgas karhutla juga menjadi sorotan karena masih harus berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali.
Karang Taruna berharap pemerintah tidak hanya menunggu kondisi memburuk, tetapi segera memperkuat langkah penanganan, pencegahan, serta perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.(Alfi)












