Metronewstv.ID– Sebanyak 204 calon peserta didik kembali mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMAN 1 Metro, Rabu (10/6/2026). Pelaksanaan tes ulang dilakukan setelah terjadi gangguan pada sistem aplikasi SPMB yang menyebabkan peserta sesi kedua tidak dapat menyelesaikan ujian sesuai jadwal.
Tes ulang dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga seluruh peserta menyelesaikan ujian. Pelaksanaan dilakukan di lingkungan SMAN 1 Metro dengan pengawasan panitia sekolah.
Ketua Pelaksana SPMB SMAN 1 Metro, Bahruddin Syarief menjelaskan bahwa pada Selasa (9/6/2026), pelaksanaan TPA sesi pertama yang diikuti 440 peserta berlangsung lancar tanpa kendala. Namun, saat sesi kedua berlangsung, sistem aplikasi mengalami gangguan sehingga proses ujian tidak dapat dilanjutkan secara normal.
“Untuk sesi pertama kemarin berjalan lancar. Sedangkan pada sesi kedua yang diikuti 204 peserta, di tengah pelaksanaan terjadi kendala pada server sistem aplikasi SPMB sehingga peserta tidak dapat menyelesaikan tes sebagaimana mestinya,” kata Bahruddin, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, panitia kemudian berkoordinasi dengan penyelenggara tingkat provinsi dan memutuskan menjadwalkan ulang pelaksanaan TPA bagi peserta yang terdampak.
“Hari ini para peserta yang terdampak sedang mengikuti tes ulang di ruangan yang telah disiapkan. Mudah-mudahan pelaksanaan berjalan lancar dan seluruh peserta dapat mengerjakan soal dengan baik hingga selesai,” ujarnya.
Muncul Keluhan Soal Kesesuaian Jadwal
Di tengah pelaksanaan tes ulang, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan melalui media sosial terkait pelaksanaan TPA yang berlangsung di luar jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan.
Warganet mempertanyakan alasan masih adanya pelaksanaan TPA pada 10 Juni 2026, sementara berdasarkan jadwal yang beredar, pelaksanaan tes dijadwalkan pada 8 dan 9 Juni 2026.
“Kalau jadwal tes hanya tanggal 8 dan 9 Juni, kenapa tanggal 10 masih ada pelaksanaan sesi kedua? Ini menunjukkan persiapan, regulasi, dan sistem yang diterapkan panitia belum siap,” tulis salah seorang pengguna media sosial.
Keluhan tersebut memunculkan diskusi publik mengenai kesiapan infrastruktur teknologi informasi dalam pelaksanaan SPMB berbasis digital yang diterapkan Pemerintah Provinsi Lampung tahun ini.
Dinas Pendidikan Akui Terima Banyak Aduan
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengakui pihaknya menerima puluhan laporan terkait gangguan pelaksanaan TPA di sejumlah sekolah.
Menurutnya, gangguan sistem tidak hanya terjadi di satu sekolah, melainkan 0juga dilaporkan oleh beberapa satuan pendidikan lainnya yang melaksanakan TPA secara daring.
“Kami menerima puluhan aduan terkait pelaksanaan TPA tahun 2026. Memang ada sejumlah sekolah yang mengalami gangguan sistem. Seluruh laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya lebih baik,” katanya.
Meski demikian, Thomas menegaskan bahwa peserta yang terdampak gangguan sistem tetap diberikan kesempatan mengikuti TPA sehingga tidak kehilangan haknya dalam proses seleksi.
“Kami memastikan seluruh peserta tetap dapat mengikuti TPA meskipun harus dilakukan penyesuaian waktu maupun jadwal akibat kendala teknis yang terjadi,” tegasnya.
Transparansi dan Kepastian Hasil Seleksi
Pelaksanaan tes ulang ini menjadi perhatian publik karena TPA merupakan salah satu instrumen penting dalam proses seleksi penerimaan peserta didik baru di SMA negeri.
Sejumlah orang tua berharap Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab gangguan sistem, langkah penanganan yang dilakukan, serta jaminan bahwa hasil seleksi tetap berlangsung objektif, adil, dan tidak merugikan peserta yang telah mengikuti tes sesuai jadwal awal.
Evaluasi terhadap kesiapan server, kapasitas sistem, serta mitigasi gangguan teknis dinilai menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB berbasis digital di Provinsi Lampung.(Red)












