Metronewstv.ID –Setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga akibat kerusakan yang membahayakan pengguna jalan, ruas Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara akhirnya mulai diperbaiki. Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai proyek preservasi jalan senilai Rp9,3 miliar, Senin (11/5/2026).
Dimulainya proyek jalan provinsi tersebut menjadi jawaban atas berbagai keluhan masyarakat yang selama ini mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani salah satu jalur vital penghubung Kota Metro dengan Lampung Tengah itu.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyebut dimulainya pembangunan Jalan Pattimura bukan proses yang instan, melainkan hasil komunikasi panjang dan koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Metro dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Jalan Pattimura ini sudah cukup lama mengalami kerusakan. Masyarakat juga tidak melihat ini jalan provinsi atau jalan kota, yang mereka tahu jalan rusak harus segera diperbaiki. Karena itu kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi. Alhamdulillah hari ini perbaikannya dimulai,” kata Bambang.
Pembangunan secara simbolis (groundbreaking) dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Pada tahap awal, perbaikan difokuskan sepanjang 1.176 meter menggunakan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton, yang dinilai lebih kuat dan tahan terhadap beban kendaraan tinggi.
Jihan mengatakan Jalan Pattimura masuk dalam daftar prioritas karena menjadi salah satu ruas dengan mobilitas kendaraan tinggi di Kota Metro serta kerap menjadi sorotan masyarakat akibat kondisinya yang rusak.
“Yang ditunggu-tunggu masyarakat Kota Metro akhirnya dimulai. Hari ini kita melakukan groundbreaking pembangunan ruas Pattimura, salah satu ruas jalan provinsi di Kota Metro yang memang menjadi perhatian,” ujar Jihan.
Menurutnya, total panjang Jalan Pattimura mencapai sekitar 3,5 kilometer. Namun pada tahap awal, pemerintah memfokuskan pembangunan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah dan mendesak untuk ditangani.
Meski tingkat kemantapan jalan provinsi di Kota Metro telah berada di atas 90 persen, Jihan menegaskan ruas Pattimura tetap menjadi prioritas karena kepadatan lalu lintas yang tinggi serta banyaknya aspirasi masyarakat yang masuk.
“Walaupun nilai kemantapan jalan di Kota Metro sudah di atas 90 persen, ruas yang belum mantap dengan tingkat kepadatan tinggi tetap harus menjadi prioritas. Aspirasi masyarakat juga menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Proyek preservasi ini dikerjakan oleh CV Putra Gupit Mandiri dengan masa pekerjaan selama 180 hari kalender. Total nilai kontrak mencapai Rp9,355 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung.
Pekerjaan meliputi penyiapan badan jalan, pemasangan base course, lean concrete, hingga pengecoran rigid pavement lengkap dengan pengujian kualitas konstruksi.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan tingkat kemantapan Jalan Pattimura meningkat dari 66,82 persen menjadi 85,30 persen setelah proyek selesai.
Dalam kesempatan itu, Jihan juga mengingatkan pelaksana proyek agar menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak dan tidak bermain-main dengan mutu pembangunan.
“Nilai kontraknya Rp9,3 miliar, maka hasil pekerjaannya juga harus benar-benar senilai Rp9,3 miliar. Jangan sampai kualitas di lapangan justru di bawah standar,” tegasnya.
Ia bahkan mendorong agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan.
“Kalau bisa dipercepat, kami minta selesai bulan September,” tandasnya.
Perbaikan Jalan Pattimura sendiri merupakan hasil dari proses panjang. Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga sempat turun langsung meninjau kondisi jalan pada Februari lalu dan memastikan penanganan menggunakan konstruksi beton agar memiliki daya tahan lebih lama.
Selain dorongan dari pemerintah daerah, perjuangan penganggaran proyek ini juga disebut tidak lepas dari komunikasi lintas pemerintahan, termasuk dukungan legislatif di tingkat provinsi dalam mengawal aspirasi masyarakat Metro.
Bagi warga, dimulainya proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik jalan, tetapi juga ujian nyata apakah keluhan masyarakat benar-benar dijawab dengan kualitas pembangunan yang mampu bertahan dalam jangka panjang.(Red)












