Kota MetroNasional

Kejari Metro Geledah 4 Lokasi, Usut Dugaan Korupsi Proyek Irigasi JIT 2023

×

Kejari Metro Geledah 4 Lokasi, Usut Dugaan Korupsi Proyek Irigasi JIT 2023

Sebarkan artikel ini

Metronewstv.ID – Kejaksaan Negeri Metro mulai mengusut serius dugaan tindak pidana korupsi proyek Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (JIT) Tahun Anggaran 2023 pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro.

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Metro melakukan penggeledahan di empat lokasi berbeda, Selasa (4/5/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Kajari Metro,Dr. Neneng Rahmadini, S.H., M.H mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek irigasi yang saat ini terus didalami aparat penegak hukum.

“Empat lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan yakni Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota Metro, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Metro Selatan, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Metro Utara,” ungkapnya saat konfrensi pers di gedung Kejari Metro, Kamis 7 Mei 2026.

Dari hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik mengamankan dua unit barang elektronik serta 99 dokumen yang diduga berkaitan dengan proyek Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (JIT) Tahun 2023.

“Selain melakukan penggeledahan, penyidik Kejari Metro juga telah memeriksa sedikitnya 34 orang saksi dalam perkara tersebut. Para saksi yang dimintai keterangan terdiri dari lurah di wilayah lokasi pekerjaan, pejabat terkait di lingkungan dinas, hingga para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A),” jelasnya.

Pemeriksaan puluhan saksi itu dilakukan untuk mendalami proses perencanaan, pelaksanaan, hingga mekanisme penggunaan anggaran proyek irigasi yang kini diduga bermasalah.

Langkah penggeledahan dan pemeriksaan saksi ini mengindikasikan Kejari Metro mulai menelusuri lebih jauh alur pengelolaan anggaran proyek JIT Tahun 2023, termasuk kemungkinan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan.

Kasus dugaan korupsi proyek irigasi tersebut menjadi perhatian publik karena program jaringan irigasi tersier seharusnya berfungsi mendukung kebutuhan pertanian dan meningkatkan produktivitas petani.

Hingga kini, Kejari Metro belum mengungkap nilai potensi kerugian negara maupun pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum. Namun, pengamanan puluhan dokumen penting dan barang elektronik menunjukkan proses penyidikan mulai bergerak lebih serius.

Pelaksanaan penggeledahan sendiri berlangsung aman dan lancar dengan pengawalan aparat penegak hukum. Kejari Metro memastikan proses penyidikan akan terus berjalan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perkara dugaan korupsi tersebut.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *