Sulawesi Barat

Maulid di Maliaya Memanas Saat Messawe, Dua Pihak Tempuh Jalur Hukum

×

Maulid di Maliaya Memanas Saat Messawe, Dua Pihak Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini

MAJENE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sabtu (26/9/2026), berujung kericuhan saat pelaksanaan tradisi budaya Messawe atau pawai kuda sayyang pattuqdu.

Rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar pada pagi hari berlangsung aman dan khidmat. Kericuhan baru terjadi pada sore hari saat agenda budaya berlangsung. Adu mulut antarwarga kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Rekaman insiden tersebut juga beredar di media sosial.

Camat Malunda, Muslimin, saat dikonfirmasi Minggu (27/9/2026), membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengaku tidak berada di lokasi ketika pawai berlangsung karena sedang berada di Mamuju.

“Rangkaian maulid paginya aman. Keributan terjadi saat agenda budaya sore. Informasi awal yang kami terima, diduga ada oknum yang terpengaruh minuman keras, padahal sebelumnya sudah kami imbau agar pelaksanaan berjalan tertib,” ujar Muslimin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, memastikan situasi di Desa Maliaya telah kembali aman dan kondusif setelah personel Polsek Malunda dibantu personel Polres Majene melakukan pengamanan.

Terkait status hukum perkara, polisi menegaskan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

AKP Fredy menjelaskan, kedua kelompok yang terlibat dalam kericuhan sama-sama membuat laporan polisi atas dugaan penganiayaan. Karena terdapat laporan dari kedua belah pihak, polisi memproses masing-masing laporan secara hukum.

“Karena saling lapor, keduanya kami proses. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan bukti. Jika sudah naik ke tahap penyidikan, baru akan ditentukan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan undang-undang,” jelas Fredy.

Dengan demikian, polisi masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan bukti yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan. Penetapan tersangka maupun pihak yang dinilai bertanggung jawab secara pidana belum dilakukan pada tahap ini.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Situasi di Desa Maliaya kini dilaporkan telah kembali kondusif.(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!