CIANJUR, Metronewstv.ID— Keributan diduga terjadi di kantor Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 20.33 WIB. Insiden tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar dan memperlihatkan kondisi ruangan berantakan serta sejumlah fasilitas kantor diduga mengalami kerusakan.
Berdasarkan dokumentasi video yang beredar, beberapa orang terlihat terlibat pertikaian di dalam ruangan yang digunakan sebagai tempat rapat. Sejumlah orang lainnya tampak berupaya melerai keributan tersebut.
Dalam rekaman berbeda, kondisi ruangan terlihat tidak beraturan. Sejumlah inventaris kantor tampak rusak atau berada dalam posisi terbalik, di antaranya satu unit laptop yang terlihat terbelah menjadi dua bagian, televisi LED dengan layar rusak, sofa dan meja kecil yang terbalik, meja kerja berantakan, berkas-berkas berserakan di lantai, serta kipas angin yang terjatuh.
Namun, penyebab kerusakan, kronologi lengkap kejadian, serta pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan hanya berdasarkan dokumentasi tersebut.
Dugaan Pemicu Masih Perlu Dikonfirmasi
Informasi awal yang beredar menyebutkan, keributan diduga dipicu kekecewaan sejumlah warga yang berharap dapat bekerja di Dapur SPPG Bojongpicung, tetapi tidak diterima. Meski demikian, informasi mengenai dugaan pemicu tersebut masih memerlukan konfirmasi dari warga yang bersangkutan maupun pihak pengelola SPPG.
Selain dugaan perusakan fasilitas, beredar pula informasi mengenai seseorang yang dikenal dengan panggilan “Nyuput” yang diduga menjadi korban pemukulan. Informasi tersebut menyebutkan, dugaan pemukulan melibatkan seseorang yang disebut sebagai asisten lapangan (aslap) dan petugas keamanan.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan pemukulan tersebut belum terverifikasi secara independen. Keterangan korban, saksi mata, serta pihak-pihak yang disebut terlibat diperlukan untuk memastikan kronologi dan duduk perkara yang sebenarnya.
Polisi Terlihat di Lokasi
Dalam dokumentasi lainnya, terlihat petugas kepolisian bersama kendaraan patroli berada di area kantor pada malam hari. Namun, belum diperoleh keterangan resmi mengenai waktu kedatangan petugas, langkah penanganan yang dilakukan, maupun status laporan terkait insiden tersebut.
Welisman Harefa diketahui menjabat sebagai Kepala SPPG Bojongpicung. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung darinya mengenai dugaan keributan, kerusakan fasilitas dan inventaris kantor, dugaan pemukulan, maupun informasi tentang penyebab kejadian.
Keterangan resmi dari pihak kepolisian dan pengelola SPPG diperlukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan apakah terdapat laporan resmi terkait dugaan kekerasan dan perusakan.
Apabila ditemukan unsur tindak pidana, penanganan perlu dilakukan berdasarkan bukti dan pemeriksaan saksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Semua pihak yang disebut atau diduga terlibat juga berhak memberikan klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang.
Metronewstv.ID akan berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola SPPG Bojongpicung, kepolisian, serta pihak-pihak terkait untuk melengkapi informasi dalam pemberitaan ini.(Alfiredho)












