MADIUN, Metronewstv.ID — Jajaran Polres Madiun memperketat kesiapan pengamanan menjelang aksi penyampaian aspirasi damai yang digelar LSM DPC Squad Nusantara Madiun Raya di Kantor DPRD Kabupaten Madiun, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Rabu (8/9/2026).
Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel yang digelar sekitar pukul 08.00 WIB di halaman Gedung DPRD Kabupaten Madiun. Apel dipimpin Waka Satgas Pengamanan, Kompol Mukhamad Lutfi, S.H., M.H.
Sejumlah unsur dilibatkan dalam pengamanan, mulai dari jajaran Polres Madiun, personel TNI, Raimas, Lantas, Polsek, Polwan hingga Resintel.
Pengerahan personel tersebut menunjukkan aparat menaruh perhatian terhadap jalannya aksi. Namun, pengamanan tidak diarahkan untuk membatasi penyampaian aspirasi. Polisi justru menekankan pentingnya pendekatan humanis dan komunikasi dua arah.
“Pengamanan dilaksanakan secara humanis. Laksanakan komunikasi dua arah antara peserta aksi dengan pihak DPRD Kabupaten Madiun,”tegas Kompol Mukhamad Lutfi dalam arahannya.
Pengamanan Jangan Berubah Menjadi Pembatasan Aspirasi
Aksi masyarakat di depan lembaga legislatif pada prinsipnya merupakan bagian dari ruang penyampaian aspirasi. Karena itu, aparat dituntut mampu menjaga keseimbangan antara ketertiban umum dan hak masyarakat menyampaikan pendapat.
Kompol Mukhamad Lutfi meminta personel berkoordinasi dengan pihak DPRD Kabupaten Madiun terkait komisi maupun perwakilan yang akan menerima massa aksi.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar tuntutan masyarakat tidak berhenti di balik pagar pengamanan, tetapi dapat disampaikan secara langsung kepada pihak yang memiliki kewenangan menindaklanjutinya.
“Koordinasi dengan pihak DPRD perlu dilakukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, aman, lancar dan kondusif,” demikian arahan dalam apel kesiapan pengamanan.
Personel juga diminta melaksanakan tugas sesuai tupoksi serta mengikuti ploting pengamanan yang telah ditetapkan.
Polisi Diminta Tetap Profesional
Dalam pengamanan aksi, profesionalitas aparat menjadi salah satu faktor penting. Polisi tidak hanya dituntut mampu mengantisipasi potensi gangguan keamanan, tetapi juga harus memastikan peserta aksi mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.
Karena itu, pendekatan dialogis dinilai menjadi pilihan utama dibandingkan tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi.
Keselamatan personel juga menjadi perhatian. Seluruh anggota diminta mengutamakan keselamatan diri selama menjalankan tugas maupun ketika menghadapi situasi yang tidak diinginkan.
“Utamakan keselamatan diri sendiri pada saat melaksanakan pengamanan kegiatan maupun apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan,” menjadi salah satu penekanan dalam apel tersebut.
Apel kesiapan sekaligus menjadi sarana mengecek kekuatan personel, menyamakan persepsi serta memastikan setiap anggota memahami pola dan cara bertindak di lapangan.
Aspirasi Masyarakat Harus Didengar
Dengan pola pengamanan yang mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis, Polres Madiun berharap aksi DPC Squad Nusantara Madiun Raya berlangsung aman dan kondusif.
Di sisi lain, perhatian publik tidak hanya tertuju pada bagaimana polisi mengamankan aksi, tetapi juga bagaimana DPRD Kabupaten Madiun merespons aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Pengamanan yang humanis idealnya berjalan beriringan dengan keterbukaan lembaga publik menerima kritik dan tuntutan masyarakat.
Sebab, aksi damai bukan sekadar persoalan kerumunan massa yang harus diamankan, melainkan juga ruang demokrasi tempat masyarakat menyampaikan persoalan yang mereka anggap penting untuk mendapat perhatian pemerintah dan wakil rakyat.
Dengan demikian, keberhasilan pengamanan bukan hanya ketika aksi berakhir tanpa kericuhan, tetapi juga ketika aspirasi dapat disampaikan secara tertib, didengar oleh pihak terkait, dan memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjutnya.(Rohim)












