JAWA TIMUR

Pendaftaran Prajurit TNI AD Gratis, Kodim Ponorogo Siapkan Pendampingan di Desa

×

Pendaftaran Prajurit TNI AD Gratis, Kodim Ponorogo Siapkan Pendampingan di Desa

Sebarkan artikel ini

PONOROGO – Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam mewujudkan proses penerimaan prajurit yang bersih, transparan, dan akuntabel terus diperkuat hingga tingkat desa. Seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di jajaran Kodim 0802/Ponorogo dibekali Bimbingan Teknis (Bimtek) Validasi Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) dan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Tahun Anggaran 2027.

 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Paraduta Kodim 0802/Ponorogo, Kamis (15/10/2026), tersebut dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0802/Ponorogo Mayor Inf Agus Budi C., mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS.

 

Melalui kegiatan tersebut, para Babinsa diharapkan mampu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat sekaligus membantu calon pendaftar mempersiapkan persyaratan administrasi sejak dini.

 

Kasdim Mayor Inf Agus Budi C. menjelaskan, Bimtek bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan kemampuan teknis Babinsa dalam mendukung sosialisasi serta proses verifikasi awal administrasi calon prajurit di wilayah binaan masing-masing.

 

“Bimtek ini untuk menyamakan persepsi dan pemahaman serta meningkatkan kemampuan teknis kepada para Babinsa dalam rangka tugas pendampingan di wilayah, khususnya pada kegiatan sosialisasi sekaligus saat memverifikasi data administrasi awal calon pendaftar yang ada di wilayah desa binaan masing-masing,” ujarnya, sebagaimana disampaikan melalui Media Center 0802.

 

Babinsa Jadi Sumber Informasi Rekrutmen

 

Dalam pelaksanaannya, Babinsa dibekali pemahaman mengenai persyaratan administrasi yang perlu dipersiapkan calon pendaftar. Di antaranya dokumen identitas diri, Kartu Keluarga (KK), ijazah, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), serta kepesertaan BPJS Kesehatan atau JKN-KIS yang aktif.

 

Selain membantu pemeriksaan awal kelengkapan dokumen, Babinsa juga diharapkan menjadi tempat konsultasi masyarakat yang ingin mengetahui informasi penerimaan prajurit TNI AD.

 

Informasi tersebut mencakup persyaratan umum, batas usia, ketentuan pendidikan, tinggi badan, hingga tahapan seleksi yang harus dilalui calon peserta.

 

Pendampingan sejak awal diharapkan dapat membantu masyarakat memahami prosedur pendaftaran secara benar, mengurangi kesalahan administrasi, serta mencegah beredarnya informasi yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi.

 

Tegaskan Seleksi Gratis dan Bebas Calo

 

Salah satu penekanan utama dalam Bimtek tersebut adalah pentingnya menjaga integritas proses rekrutmen. Masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku memiliki koneksi dengan panitia atau menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang.

 

Kodim 0802/Ponorogo menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan Caba PK dan Cata PK TNI AD tidak dipungut biaya. Kelulusan ditentukan berdasarkan hasil seleksi dan pemenuhan persyaratan yang berlaku, bukan melalui pembayaran kepada pihak tertentu.

 

Penegasan tersebut sejalan dengan pengumuman resmi penerimaan prajurit TNI AD yang menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi hingga kelulusan masuk pendidikan dilaksanakan secara gratis. Calon peserta juga diingatkan untuk mewaspadai pihak yang meminta uang dengan mengatasnamakan panitia penerimaan.

 

Informasi resmi mengenai pendaftaran dapat diakses melalui portal rekrutmen TNI AD Calon peserta disarankan memeriksa jadwal, persyaratan, dan ketentuan terbaru langsung melalui kanal resmi tersebut.

 

Pemuda Ponorogo Diajak Persiapkan Diri

 

Melalui pembekalan ini, Kodim 0802/Ponorogo mendorong generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit TNI AD agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi administrasi, kesehatan, kemampuan jasmani, mental, maupun akademik.

 

Masyarakat yang membutuhkan informasi awal juga dapat berkonsultasi dengan Babinsa di desa atau kelurahan masing-masing untuk mendapatkan arahan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan proses sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD Tahun Anggaran 2027 dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat komitmen rekrutmen yang transparan, objektif, dan bebas dari praktik percaloan.

Rohim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!