JAWA TIMUR

Ratusan Warga Tumpuk Masih Kesulitan Air, Polres Ponorogo Salurkan 5.000 Liter

×

Ratusan Warga Tumpuk Masih Kesulitan Air, Polres Ponorogo Salurkan 5.000 Liter

Sebarkan artikel ini

PONOROGO – Krisis air bersih masih dirasakan ratusan warga Dukuh Tapas, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 303 jiwa yang tersebar di RT 03 dan RT 04, RW 01, harus menghadapi keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Polres Ponorogo bersama jajaran pemerintah dan sejumlah instansi terkait turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Kamis (8/10/2026).

 

Sebanyak 5.000 liter air bersih dikirim ke wilayah tersebut dan ditampung pada tempat penampungan yang telah disiapkan warga. Air kemudian dimanfaatkan secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

 

Warga mengambil air menggunakan galon maupun jerigen sesuai kebutuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama sumber air di wilayah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan warga.

 

Penyaluran dipimpin Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto, S.H. Kegiatan tersebut melibatkan unsur lintas lembaga, di antaranya Camat Sawoo Dina Andriani, S.STP., M.Si., jajaran Forkopimcam Sawoo, Serka Sugito dari Koramil Sawoo, KUA Kecamatan Sawoo, BAZNAS Kabupaten Ponorogo, serta BPBD Kabupaten Ponorogo.

 

Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto, menegaskan bahwa pemenuhan air bersih merupakan persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama.

 

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan air bersih, kami bersama seluruh unsur terkait berupaya hadir memberikan bantuan secara langsung,” ujar Tutut.

 

Menurutnya, keterlibatan kepolisian dalam distribusi air bersih tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari respons bersama terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

 

“Kami tidak bekerja sendiri. Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi Forkopimcam, TNI, BAZNAS, BPBD, KUA, dan seluruh pihak yang peduli terhadap kondisi warga,” katanya.

 

Tumpuk Masuk Wilayah Rawan Kekeringan

 

Kesulitan air bersih di Desa Tumpuk bukan persoalan yang muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, BPBD Ponorogo telah memasukkan wilayah Tumpuk sebagai salah satu daerah yang membutuhkan penanganan dampak kekeringan.

 

Pada September 2026, BPBD memperluas distribusi air bersih ke sejumlah wilayah baru. Salah satunya berada di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo. Saat itu, BPBD menyebut kebutuhan air bersih di Tumpuk mulai meningkat seiring berkurangnya ketersediaan sumber air.

 

Tumpuk juga tercatat dalam pemetaan wilayah yang rawan kekeringan di Kabupaten Ponorogo. Pemerintah daerah sebelumnya menyebut sejumlah wilayah di Kecamatan Sawoo, termasuk Tumpuk, perlu mendapat perhatian selama musim kemarau.

 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih di sejumlah wilayah Ponorogo masih membutuhkan penanganan berkelanjutan. BPBD sendiri terus melakukan pemantauan dan distribusi air berdasarkan hasil asesmen serta laporan kebutuhan dari wilayah terdampak.

 

Bahkan, pada awal Oktober, BPBD Ponorogo masih mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kekurangan air bersih. Hujan yang mulai turun di beberapa wilayah belum serta-merta menjadi tanda berakhirnya musim kemarau karena masih berada pada masa peralihan.

 

Bantuan Darurat, Hemat Penggunaan Air

 

Bagi warga Dukuh Tapas, tambahan pasokan 5.000 liter air tersebut menjadi bantuan penting untuk menjaga ketersediaan air di tengah keterbatasan sumber air.

 

Polsek Sawoo juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan sesuai kebutuhan. Langkah tersebut penting dilakukan mengingat bantuan air bersih bersifat distribusi sementara dan kebutuhan warga dapat terus berkembang apabila kondisi kekeringan berlanjut.

 

Penyaluran air berlangsung aman dan tertib. Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, BPBD, BAZNAS, KUA, serta unsur lainnya diharapkan dapat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan tetap terpenuhi.

Bantuan tersebut setidaknya menjadi solusi sementara bagi ratusan warga Dukuh Tapas sembari menunggu kondisi sumber air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat. (Rohim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!