PROVINSI RIAU

Balita Terjatuh ke Galian Proyek Jargas di Paal Lima, Warga Desak Pengamanan Diperketat

×

Balita Terjatuh ke Galian Proyek Jargas di Paal Lima, Warga Desak Pengamanan Diperketat

Sebarkan artikel ini

JAMBI – Pembangunan jaringan gas (jargas) di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, mendapat sorotan warga setelah seorang balita dilaporkan terjatuh ke dalam galian proyek yang berada di kawasan permukiman, Selasa (6/10/2026).

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek, khususnya di lingkungan permukiman yang menjadi ruang aktivitas masyarakat dan anak-anak.

Warga meminta pihak pelaksana segera memastikan seluruh titik galian yang belum selesai ditutup atau dilengkapi pengamanan yang memadai untuk mencegah terjadinya kecelakaan kembali.

Ketua RT 05 Kelurahan Paal Lima, Arvandi, mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama selama pembangunan jaringan gas berlangsung.

Menurutnya, keberadaan galian yang belum diamankan secara optimal berpotensi menimbulkan risiko bagi warga, terutama anak-anak yang beraktivitas di lingkungan permukiman.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Kalau memang ada pekerjaan yang belum selesai, harus diberi pengamanan yang jelas. Jangan sampai membahayakan anak-anak dan warga,” ujar Arvandi.

Arvandi yang juga Sekretaris Forum RT Kelurahan Paal Lima meminta pihak pelaksana tidak hanya berfokus pada proses pemasangan jaringan, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan setelah pekerjaan penggalian dilakukan.

Ia mendorong seluruh titik galian di kawasan permukiman diperiksa kembali dan diberikan pengamanan sesuai tingkat risikonya.

“Setiap lokasi pekerjaan harus dipastikan aman, terutama yang berada di lingkungan permukiman. Jangan sampai ada galian terbuka yang dapat membahayakan warga,” katanya.

Menurut Arvandi, langkah pencegahan perlu segera dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas selama proyek berlangsung.

Selain meminta pihak pelaksana melakukan evaluasi, warga juga mendorong DPRD Kota Jambi melalui komisi terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pekerjaan.

DPRD diharapkan dapat meminta penjelasan kepada pihak pelaksana mengenai standar pengamanan galian, termasuk langkah penanganan dan evaluasi setelah adanya insiden yang melibatkan balita tersebut.

Warga menilai pengawasan diperlukan agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan, namun tidak mengabaikan aspek keselamatan masyarakat, khususnya perlindungan anak di lingkungan permukiman.

Dalam pemberitaan mengenai insiden tersebut, identitas dan informasi pribadi korban anak tidak dicantumkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak dan perlindungan anak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek jargas belum memberikan keterangan mengenai insiden tersebut maupun langkah pengamanan yang akan dilakukan di titik-titik galian lainnya.(Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!