PROVINSI JAMBI

Balita Tiga Minggu Batuk di Tengah Kabut Asap, Warga Kumpeh Ulu Minta Pemerintah Turun Tangan

×

Balita Tiga Minggu Batuk di Tengah Kabut Asap, Warga Kumpeh Ulu Minta Pemerintah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

MUARO JAMBI — Dampak kabut asap mulai dikeluhkan masyarakat di Desa Teluk Raya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Salah satunya dialami seorang balita yang disebut mengalami batuk selama kurang lebih tiga minggu.

Balita tersebut merupakan anak dari Fitri Yani, warga RT 06, Dusun Batang Bedaro, Desa Teluk Raya. Menurut keterangan Fitri Yani, keluhan batuk pada anaknya muncul sejak musim kabut asap mulai menyelimuti wilayah tersebut.

“Selama musim kabut asap, anak saya mulai mengalami batuk-batuk. Kami sudah mencoba berobat kepada bidan desa dan sudah diberikan obat, tetapi sampai sekarang kurang lebih tiga minggu belum ada perubahan,” ujar Fitri Yani kepada awak media, Jumat (18/9/2026).

Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir, terlebih anak yang mengalami keluhan masih berusia balita. Fitri mengatakan, pihak keluarga berencana membawa anaknya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

Namun, keterbatasan ekonomi menjadi kendala. Menurut Fitri, keluarga tidak mampu menanggung biaya pengobatan secara mandiri sehingga mereka mengajukan kepesertaan BPJS dan harus menunggu masa berlaku sebelum dapat digunakan.

Di tengah kondisi tersebut, Fitri berharap pemerintah Kabupaten Muaro Jambi maupun Pemerintah Provinsi Jambi tidak hanya melihat persoalan kabut asap sebagai masalah lingkungan, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan anak-anak.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kalau memang dampak kabut asap ini menimbulkan masalah kesehatan, kami meminta bantuan pengobatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah warga sejak kondisi kabut asap terjadi. Selain batuk, masyarakat disebut mengalami sejumlah keluhan lain, termasuk sakit perut.

Namun, keluhan kesehatan tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya. Pemerintah dan fasilitas kesehatan juga perlu melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga selama kualitas udara memburuk.

Persoalan ini menjadi perhatian karena balita dan anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan udara yang tidak sehat. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan memastikan akses layanan kesehatan, pemeriksaan, obat-obatan, serta informasi mengenai kondisi kualitas udara dapat diterima masyarakat secara cepat.

Di sisi lain, sumber dan penyebab kabut asap juga perlu ditangani secara serius. Jangan sampai masyarakat hanya diminta bertahan menghadapi asap, sementara langkah penanganan terhadap sumber pencemaran berjalan lamban.

Warga berharap pemerintah hadir dengan langkah konkret, mulai dari pemantauan kualitas udara, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, hingga penanganan sumber kabut asap apabila ditemukan pelanggaran.

“Harapan kami kepada semua pihak terkait agar memberikan solusi terbaik dan jaminan kesehatan selama kondisi kabut asap ini masih terjadi,” pungkas Fitri Yani.

Metro News Jambi melaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!