Sumatera Utara

Tantangan Pendidikan Tapsel Belum Usai, Dinas Pendidikan Janjikan Pembenahan Mutu dan Reformasi Birokrasi

×

Tantangan Pendidikan Tapsel Belum Usai, Dinas Pendidikan Janjikan Pembenahan Mutu dan Reformasi Birokrasi

Sebarkan artikel ini

TAPANULI SELATAN — Berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menjadi tantangan yang harus dijawab secara konkret oleh pemerintah daerah. Mulai dari disiplin dan pemerataan tenaga pendidik, kualitas sarana-prasarana sekolah, optimalisasi anggaran hingga tata kelola birokrasi, seluruhnya membutuhkan pembenahan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Di tengah dinamika serta penyampaian aspirasi masyarakat terkait sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan menyatakan menjadikan kritik dan masukan publik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Tapsel, Efrida Yanti Pakpahan, S.T.P., M.M., pihak dinas mengaku tengah melakukan pembenahan terhadap sejumlah sektor strategis, termasuk peningkatan disiplin dan pemerataan distribusi tenaga pendidik hingga wilayah pelosok.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga menyebut optimalisasi serapan anggaran program kerja dan peningkatan kualitas sarana-prasarana sekolah menjadi bagian dari agenda pembenahan.

Namun, komitmen tersebut tentu perlu dibuktikan melalui langkah nyata, bukan sebatas pernyataan administratif. Publik memiliki kepentingan untuk mengetahui sejauh mana pembenahan tersebut telah berjalan, apa indikator keberhasilannya, serta bagaimana pemerintah memastikan anggaran pendidikan benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik.

Aspek pengawasan internal juga menjadi penting. Tata kelola administrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel harus dapat diwujudkan melalui mekanisme pengawasan yang jelas, termasuk keterbukaan terhadap evaluasi dan kritik masyarakat.

Menanggapi dinamika penyampaian aspirasi masyarakat belakangan ini, Dinas Pendidikan Tapsel menyatakan menghormati setiap masukan sebagai bagian dari kontrol publik. Pihak dinas juga memastikan roda organisasi dan pelayanan administrasi tetap berjalan normal.

Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Efrida Yanti Pakpahan saat dihubungi awak media, Selasa (1/9/2026), mengatakan kritik masyarakat merupakan bagian penting dalam proses perbaikan penyelenggaraan pendidikan.

“Manajemen Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan menghormati setiap bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi dan sebagai masukan penting dalam upaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ujar Efrida.

Menurutnya, pihaknya membuka ruang komunikasi dan dialog bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran maupun aspirasi secara objektif, konstruktif, tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Efrida menegaskan bahwa pembenahan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, organisasi profesi, pemerhati pendidikan, tokoh masyarakat hingga masyarakat secara luas.

“Kami juga menyadari bahwa pembenahan mutu pendidikan merupakan proses yang membutuhkan keterlibatan dan dukungan semua pihak,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berorientasi pada kepentingan terbaik peserta didik.

“Karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, tokoh masyarakat, orang tua, guru, kepala sekolah, organisasi profesi, pemerhati pendidikan, serta seluruh masyarakat Tapanuli Selatan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi peserta didik,” tegasnya.

Dinas Pendidikan Tapsel juga menyatakan akan terus melakukan evaluasi, pembenahan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Kritik dan pengawasan publik, menurut pihak dinas, akan ditempatkan sebagai bagian dari proses perbaikan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Dinas Pendidikan Tapsel untuk memastikan setiap agenda pembenahan dapat terlihat hasilnya di lapangan.

Sebab, ukuran keberhasilan reformasi birokrasi pendidikan bukan hanya terletak pada tertibnya administrasi, tetapi juga pada meningkatnya kualitas layanan, pemerataan tenaga pendidik, terpenuhinya sarana-prasarana sekolah, serta terjaminnya hak peserta didik memperoleh pendidikan yang layak.

Karena itu, transparansi mengenai program, penggunaan anggaran, capaian dan evaluasi menjadi penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi sekaligus menilai efektivitas kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.

Dinas Pendidikan Tapsel mengajak seluruh pihak menjaga suasana yang kondusif agar perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang sehat.

Pada akhirnya, publik tentu menunggu pembuktian dari setiap komitmen pembenahan tersebut. Aspirasi masyarakat akan memiliki makna apabila ditindaklanjuti dengan kebijakan yang terukur, pelayanan yang lebih baik dan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik, guru maupun masyarakat Tapanuli Selatan.(A.Nst)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!