JAWA TIMUR

Kodim Ponorogo Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Persatuan Jadi Pesan Utama

×

Kodim Ponorogo Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Persatuan Jadi Pesan Utama

Sebarkan artikel ini

PONOROGO – Memperingati 98 tahun ikrar Sumpah Pemuda, Komando Distrik Militer (Kodim) 0802/Ponorogo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan, patriotisme, dan kepedulian sosial sebagai fondasi membangun masa depan Indonesia.

Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Makodim 0802/Ponorogo, Jalan Basuki Rahmat Nomor 38, Kota Ponorogo, Rabu (28/10/2026).

Upacara diikuti seluruh prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0802/Ponorogo. Danramil Tipe B 0802/04 Siman, Kapten Czi Facroji, bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Faruk Saputra, S.Sos., M.M.D.S.

Sementara itu, Perwira Upacara dijabat Kapten Czi Hadi Eko, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Cpl Agus Suprapto.

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Czi Facroji membacakan amanat tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir. Amanat itu menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar mengenangnya sebagai bagian dari sejarah bangsa.

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak penting perjalanan bangsa Indonesia. Melalui ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, para pemuda kala itu menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun persatuan dan memperjuangkan cita-cita bersama.

Dalam amanat yang dibacakan, Menpora mengingatkan bahwa semangat perjuangan para pemuda terdahulu harus tetap melekat dalam karakter generasi penerus bangsa.

“Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia. Hari ini, semangat itu harus terus hidup—bukan hanya dalam ingatan, tetapi juga melekat dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” ujar Kapten Czi Facroji saat membacakan amanat Menpora.

Bangun Generasi Berkarakter dan Peduli Sesama

Melalui amanat tersebut, Menpora mengajak seluruh elemen pemuda Indonesia untuk mengambil peran nyata dalam membangun bangsa. Kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecakapan dan penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang berani menghadapi tantangan, memiliki integritas, serta bersedia mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat. Kepemimpinan, menurut pesan tersebut, tidak cukup hanya ditunjukkan melalui keberanian mengambil keputusan, tetapi juga melalui ketulusan dalam melayani dan membantu orang lain.

Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga masyarakat. Menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, bergotong royong, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan semangat Sumpah Pemuda.

Semangat satu tanah air juga mengandung tanggung jawab untuk menjaga bumi Indonesia. Sementara itu, kebanggaan sebagai satu bangsa perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, memperkuat solidaritas, serta menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan.

Masa Depan Bangsa Dibangun Bersama

Menutup amanatnya, Menpora menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 sekaligus mengajak seluruh generasi muda untuk terus memperkuat pengabdian dan semangat kemanusiaan.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026! Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukanlah sesuatu yang sekadar kita tunggu, melainkan sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.

Rangkaian upacara di Makodim 0802/Ponorogo berlangsung tertib dan penuh kedisiplinan. Momentum peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, pengabdian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Slamet Sulistiyo/Ponorogo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!