LABUHANBATU SELATAN, — Kecelakaan beruntun yang melibatkan satu unit bus PMTOH dan dua unit minibus terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), kawasan Kandang Motor, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan antrean kendaraan cukup panjang hingga mencapai beberapa kilometer. Arus lalu lintas di jalur yang menjadi penghubung antardaerah itu dilaporkan mengalami perlambatan akibat kecelakaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media Metro News, sejumlah korban mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, hingga berita ini disusun, jumlah pasti korban maupun tingkat keparahan luka yang dialami belum diketahui.
Kronologi kejadian, penyebab kecelakaan, serta identitas kendaraan minibus yang terlibat juga belum diperoleh secara lengkap. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang dapat memastikan penyebab insiden tersebut.
Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan
Kecelakaan di jalur lintas Sumatera menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengemudi, terutama saat cuaca hujan dan kondisi jalan berpotensi licin. Tikungan, jarak pandang terbatas, serta kondisi kendaraan dan pengemudi merupakan sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam berkendara.
Meski demikian, penyebab kecelakaan di kawasan Kandang Motor ini masih perlu menunggu hasil pemeriksaan petugas berwenang.
Pengemudi yang melintasi Jalinsum diimbau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengurangi kecepatan saat hujan, serta menghindari manuver mendadak. Pengemudi juga perlu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan.
Apabila merasa lelah atau mengantuk, pengemudi sebaiknya berhenti di tempat istirahat atau lokasi parkir yang aman untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kejadian diharapkan mengikuti arahan petugas dan tetap berhati-hati untuk menghindari kemacetan maupun risiko kecelakaan lanjutan.
Informasi mengenai jumlah korban, kronologi lengkap, dan penyebab kecelakaan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.(Mulya)










