PROVINSI RIAU

Jangan Hanya Lihat Umrah sebagai Perjalanan Ibadah, Ada Peluang Ekonomi bagi UMKM

×

Jangan Hanya Lihat Umrah sebagai Perjalanan Ibadah, Ada Peluang Ekonomi bagi UMKM

Sebarkan artikel ini

SIAK — Perjalanan umrah tidak hanya memiliki nilai ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai sektor usaha. Mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, perlengkapan ibadah hingga berbagai kebutuhan jamaah sebelum keberangkatan dan selama berada di Tanah Suci.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk masyarakat yang ingin memulai usaha baru dengan memanfaatkan kebutuhan yang muncul dari aktivitas perjalanan umrah.

Praktisi perjalanan umrah H. Kasrizul, S.Hi, melalui usahanya Gerbang Berkah Mandiri, yang beralamat di Jalan Jering, RT 18, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, mengatakan bahwa sektor umrah memiliki peluang ekonomi yang cukup luas apabila dikelola secara profesional.

Kasrizul telah berkecimpung dalam bidang umrah sejak 2016. Menurutnya, kebutuhan jamaah terhadap pelayanan perjalanan yang aman, nyaman dan terpercaya merupakan pasar yang terus membutuhkan berbagai jenis layanan pendukung.

“Jangan hanya melihat umrah sebagai perjalanan ibadah, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang membuka banyak peluang usaha,” ujar Kasrizul.

Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya berada pada bisnis penyelenggaraan perjalanan umrah. UMKM dapat mengambil bagian melalui berbagai bidang yang berkaitan dengan kebutuhan jamaah, seperti perlengkapan ibadah dan perjalanan, kuliner, produk oleh-oleh, transportasi, dokumentasi maupun layanan pendukung lainnya.

Akomodasi Menjadi Salah Satu Faktor Penting

Selain membuka peluang usaha, akomodasi menjadi salah satu komponen penting dalam perjalanan umrah. Pilihan hotel di Makkah dan Madinah biasanya berkaitan dengan harga paket dan tingkat kenyamanan yang diinginkan jamaah.

Kasrizul menjelaskan, paket dengan harga lebih ekonomis dapat menggunakan hotel yang lokasinya relatif lebih jauh. Sementara paket dengan biaya lebih tinggi dapat menawarkan hotel yang lebih dekat dengan kawasan masjid, fasilitas yang lebih lengkap hingga hotel berbintang.

Bagi Kasrizul, lokasi hotel menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama bagi jamaah lanjut usia.

“Sebagai praktisi umrah sejak 2016, saya lebih cenderung memilih paket umrah dengan hotel yang dekat. Bagi jamaah, terutama yang sudah lanjut usia, jarak hotel dengan masjid dapat menjadi bagian dari kenyamanan,” katanya.

Namun, menurutnya, pemilihan paket tetap harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing jamaah. Karena itu, informasi mengenai hotel, jarak, fasilitas, transportasi serta komponen biaya harus disampaikan secara transparan.

Peluang Usaha Tidak Harus Dimulai dari Skala Besar

Menurut Kasrizul, masyarakat yang ingin masuk ke sektor ekonomi umrah tidak harus langsung membangun usaha dalam skala besar. Peluang dapat dimulai dari bidang usaha yang sederhana, selama mampu menjawab kebutuhan jamaah dan dikelola secara amanah.

“Dengan amanah, pelayanan yang baik dan pengelolaan yang profesional, UMKM dapat ikut tumbuh sekaligus memberikan manfaat kepada jamaah,” ujarnya.

Ia menilai, semakin berkembangnya aktivitas perjalanan umrah akan menciptakan kebutuhan terhadap berbagai produk dan jasa pendukung. Hal ini dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk membangun usaha, memperluas jaringan dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.

Di sisi lain, bisnis umrah juga memiliki tantangan. Pelaku usaha harus mampu menghadapi perubahan harga hotel, tiket pesawat, transportasi, nilai tukar mata uang serta kebijakan perjalanan yang dapat memengaruhi biaya perjalanan.

Karena itu, menurut Kasrizul, profesionalisme, transparansi, kualitas pelayanan dan kerja sama dengan pihak yang terpercaya menjadi hal penting dalam menjalankan usaha di sektor tersebut.

Pada akhirnya, ekosistem umrah tidak hanya berbicara tentang perjalanan jamaah menuju Tanah Suci. Di baliknya terdapat rantai ekonomi yang dapat melibatkan banyak pelaku usaha.

“Ibadahnya nyaman, ekonominya bergerak, UMKM-nya tumbuh.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!