JAWA TIMUR

Hebat! Lewat Motif Obor Sewu, Pemkab Bojonegoro Sukses Gerakkan Ekonomi Pengrajin Batik Lokal

×

Hebat! Lewat Motif Obor Sewu, Pemkab Bojonegoro Sukses Gerakkan Ekonomi Pengrajin Batik Lokal

Sebarkan artikel ini

BOJONEGORO, – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan membuahkan hasil nyata. Melalui kebijakan penggunaan motif batik Obor Sewu sebagai pakaian dinas harian (PDH) Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkab berhasil meningkatkan kesejahteraan pengrajin batik lokal.

‎Identitas sebuah daerah berperan penting dalam menggerakkan ekonomi warga. Hal itulah yang telah dibuktikan Pemkab Bojonegoro dalam menggerakkan ekonomi pengrajin batik lewat motif Obor Sewu yang menjadi ikon baru daerah.

‎

‎Tak sekadar menggali identitas daerah, Pemkab Bojonegoro mengangkat motif khas adat Samin sebagai bagian dari PDH ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kebijakan tersebut menjadi langkah nyata memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap asal-usul dan kekayaan budaya Bojonegoro.

‎

‎Motif Obor Sewu sendiri memiliki makna filosofis mendalam. Obor melambangkan semangat, penerang, dan perjuangan masyarakat Samin yang dikenal jujur, sederhana, dan memegang teguh kearifan lokal. Motif ini kini tidak hanya menjadi seragam, tetapi menjadi identitas visual Bojonegoro di mata nasional.

‎

‎Dampak ekonominya sangat terasa. Sejak kebijakan tersebut diterapkan, permintaan batik tulis dan cap motif Obor Sewu di sentra-sentra batik Bojonegoro seperti di Kecamatan Temayang, Kanor, dan Dander mengalami peningkatan signifikan. Para pengrajin yang sebelumnya sepi order, kini kebanjiran pesanan dari ASN, pelajar, hingga masyarakat umum.

‎

‎Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus melakukan pembinaan kepada pengrajin batik. Mulai dari pelatihan pewarnaan alami, standarisasi motif Obor Sewu, hingga fasilitasi pemasaran melalui E-Katalog dan pameran UMKM.

‎

‎Langkah ini sejalan dengan visi Bojonegoro sebagai kabupaten yang berbudaya dan berdaya saing. Dengan mengutamakan produk lokal untuk kebutuhan seragam kedinasan, Pemkab tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memastikan perputaran ekonomi tetap di dalam daerah dan dinikmati langsung oleh warga.

‎

‎Kebijakan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga menilai penggunaan Obor Sewu membuat Bojonegoro memiliki ciri khas yang kuat dan berbeda dari daerah lain. Batik Bojonegoro kini semakin dikenal luas, bukan hanya sebagai kain, tetapi sebagai cerita tentang jati diri Samin dan semangat Obor Sewu yang tak pernah padam.

‎

‎Pemkab Bojonegoro berharap gerakan cinta batik lokal ini terus berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, dan media, batik Obor Sewu diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif desa dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Bojonegoro.(Purnomo)

‎

‎

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!