Sumatera Utara

Tiga Bulan Berlalu, Keluarga Ischak Harisyanto Pertanyakan Kejelasan Hasil Autopsi

×

Tiga Bulan Berlalu, Keluarga Ischak Harisyanto Pertanyakan Kejelasan Hasil Autopsi

Sebarkan artikel ini

LABUHANBATU– Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Ischak Harisyanto (21), remaja yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, pada 18 Juli 2026.

Tiga bulan setelah peristiwa tersebut, keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan resmi mengenai hasil autopsi maupun penyebab pasti kematian Ischak dari pihak kepolisian.

Ayah korban, Anto (50), saat ditemui awak media Metro News di kediamannya, Jumat (30/10/2026), mengungkapkan bahwa hingga kini dirinya masih menunggu kepastian atas peristiwa yang merenggut nyawa anaknya.

Anto menceritakan, pada 16 Juli 2026, Ischak berpamitan keluar rumah seperti biasanya. Namun, hingga keesokan harinya, anaknya tidak kunjung pulang. Keluarga pun mulai merasa cemas dan berupaya mencari informasi mengenai keberadaannya.

Kekhawatiran keluarga akhirnya berubah menjadi duka setelah Ischak ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Tebing Linggahara pada 18 Juli 2026.

“Anak saya anak yang baik dan selalu mendengarkan nasihat orang tua. Saya tidak pernah menyangka saat berpamitan keluar rumah, ternyata itu menjadi terakhir kalinya saya melihat dia,” tutur Anto dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga Pertanyakan Dugaan Kejanggalan

Di tengah kesedihan, Anto mengaku memiliki sejumlah hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius dari penyidik. Ia menduga terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh anaknya saat jenazah ditemukan.

Menurut keterangannya, terdapat kerusakan pada bagian salah satu mata serta bekas pada bagian leher yang dinilainya menyerupai jeratan. Anto juga mengaku sempat mendokumentasikan kondisi jenazah ketika ditemukan di pinggir sungai.

Atas kondisi tersebut, keluarga mempertanyakan apakah kematian Ischak benar disebabkan tenggelam atau terdapat faktor lain yang perlu diungkap melalui pemeriksaan forensik.

Namun, dugaan tersebut masih merupakan keterangan dan penilaian pihak keluarga. Penyebab kematian korban belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan medis forensik serta penjelasan resmi dari aparat penegak hukum.

“Kami berharap Polres Labuhanbatu, khususnya tim forensik dan penyidik yang menangani perkara ini, dapat memberikan kejelasan. Sudah tiga bulan kami menunggu, tetapi belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai penyebab kematian anak kami,” ungkap Anto.

Polisi Diminta Memberikan Penjelasan

Penantian keluarga selama tiga bulan menjadi alasan penting bagi pihak kepolisian untuk menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara transparan, sepanjang tidak mengganggu proses penyidikan.

Keluarga setidaknya membutuhkan informasi mengenai status pemeriksaan, apakah autopsi telah dilakukan, bagaimana hasilnya, serta apakah temuan pada tubuh korban telah ditindaklanjuti dalam proses penyelidikan.

Kejelasan tersebut penting agar keluarga memperoleh kepastian hukum sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Labuhanbatu mengenai hasil autopsi maupun penyebab pasti kematian Ischak Harisyanto. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang.(Mulya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!