Jawa Tengah

JOTA-JOTI Magelang Libatkan 1.375 Peserta, Ka Kwarcab Tekankan Pentingnya Komunikasi Kebencanaan

×

JOTA-JOTI Magelang Libatkan 1.375 Peserta, Ka Kwarcab Tekankan Pentingnya Komunikasi Kebencanaan

Sebarkan artikel ini

MAGELANG – Kemampuan berkomunikasi secara cepat, tepat, dan akurat menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Jamboree On The Air and Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI) yang diselenggarakan Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Magelang pada Jumat, 16 Oktober 2026 hingga Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 1.375 peserta yang terbagi dalam tujuh stasiun.

Kegiatan yang terlaksana melalui kerja sama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Magelang dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Organisasi Lokal Kabupaten Magelang ini menjadi sarana bagi anggota Pramuka untuk mengenal teknologi komunikasi radio amatir dan internet sekaligus meningkatkan wawasan mengenai pentingnya penyampaian informasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah tempat, yaitu Sanggar Pramuka Kwarcab Magelang, SMA N 1 Muntilan, SMA Taruna Nusantara Kampus Magelang, SMA N 1 Dukun, SMA N 1 Bandongan, SMA N 1 Grabag, dan SMP N 1 Tegalrejo.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Magelang, Drs. Eko Triyono, menegaskan bahwa keterampilan komunikasi tidak hanya dibutuhkan untuk menjalin hubungan dan persahabatan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Melalui kegiatan JOTA-JOTI ini, kami berharap anggota Pramuka tidak hanya mengenal teknologi komunikasi radio dan internet, tetapi juga memahami pentingnya komunikasi dalam kebencanaan. Dalam situasi darurat, informasi yang cepat, tepat, dan akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung koordinasi, penyampaian peringatan dini, serta membantu upaya penanganan bencana. Pramuka harus memiliki kepedulian dan kesiapan untuk berperan aktif membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya,” ungkapnya.

Menurutnya, pengetahuan tentang komunikasi menjadi bekal penting bagi anggota Pramuka, khususnya di Kabupaten Magelang yang memiliki potensi kebencanaan. Dengan pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta memahami pentingnya koordinasi dalam situasi darurat.

JOTA-JOTI sendiri merupakan agenda kepramukaan yang mempertemukan anggota Pramuka melalui komunikasi radio amatir dan jaringan internet. Selain memperluas pergaulan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan, membangun kedisiplinan, serta menanamkan etika berkomunikasi.

Ketua Panitia JOTA-JOTI Kabupaten Magelang, Elvira Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana belajar yang menyenangkan dengan memadukan nilai-nilai kepramukaan dan perkembangan teknologi komunikasi.

“JOTA-JOTI bukan sekadar kegiatan berkumpul dan berkomunikasi, tetapi juga menjadi wadah bagi Pramuka untuk mengembangkan keterampilan, menambah pengalaman, dan mempererat persaudaraan. Kami berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta membawa pulang pengalaman yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Keterlibatan 1.375 peserta yang tersebar di tujuh stasiun menunjukkan antusiasme anggota Pramuka dalam mengikuti kegiatan komunikasi berbasis teknologi. Melalui interaksi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk belajar menyampaikan pesan dengan baik, mendengarkan informasi, serta menghargai perbedaan.

Kerja sama dengan ORARI Organisasi Lokal Kabupaten Magelang turut mendukung pengenalan komunikasi radio amatir kepada para peserta. Radio tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga media pembelajaran mengenai kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Melalui kegiatan ini, Kwarcab dan DKC Kabupaten Magelang berharap anggota Pramuka semakin siap menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat. Penguasaan keterampilan komunikasi diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun persaudaraan sekaligus mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dengan demikian, JOTA-JOTI bukan sekadar menghubungkan peserta melalui gelombang radio dan jaringan internet, melainkan juga memperkuat karakter generasi muda agar mampu berkomunikasi secara bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

(ichsaneyup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!