PONOROGO – Pembangunan tujuh Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Ponorogo mendapat pengawasan dan evaluasi dari Inspektorat Kodam (Itdam) V/Brawijaya, Rabu (14/10/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas konstruksi, kesesuaian spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya (RAB), serta aspek keselamatan sebelum jembatan dimanfaatkan masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Itdam V/Brawijaya yang dipimpin Kolonel Inf Indra Budi Murachmat, S.I.P. Tim kemudian melaksanakan peninjauan langsung terhadap tujuh jembatan yang dibangun Kodim 0802/Ponorogo di sejumlah wilayah perdesaan.
Untuk mengefektifkan pemeriksaan di lapangan, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim A meninjau jembatan di Desa Gelang, Kecamatan Bungkal; Desa Mojomati, Kecamatan Jetis; Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo; serta Desa Maguwan, Kecamatan Sambit.
Sementara itu, Tim B melakukan pemeriksaan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon; Desa Jalen, Kecamatan Balong; dan Desa Ngloning, Kecamatan Slahung.
Ketua Tim Wasev, Kolonel Inf Indra Budi Murachmat, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian hasil pembangunan dengan spesifikasi teknis dan RAB yang telah ditetapkan. Selain itu, aspek keamanan dan kelayakan konstruksi menjadi perhatian utama agar jembatan dapat digunakan masyarakat secara aman.
“Tujuannya adalah kita melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan apakah bangunan yang sudah dibuat itu sesuai dengan spek, RAB, dan tentunya kita memastikan agar aman digunakan oleh masyarakat nantinya,” ujarnya melalui Media Center Kodim 0802/Ponorogo.
Menurutnya, pengawasan dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan. Pemeriksaan secara langsung juga diperlukan untuk mengetahui kondisi hasil pekerjaan di lapangan, sehingga kualitas bangunan dapat dipastikan sebelum dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Penilaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian fisik jembatan, tetapi juga mencakup kualitas material, ketepatan pengerjaan konstruksi, dan pemenuhan persyaratan teknis. Dengan demikian, keberadaan jembatan diharapkan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, menyambut baik pelaksanaan pengawasan dan evaluasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Selamat datang kepada Tim Wasev Itdam V/Brawijaya di wilayah Kodim 0802/Ponorogo. Kebanggaan sekaligus kehormatan menerima kunjungan Tim Wasev karena ini sangat menentukan atas suksesnya pembangunan seluruh Jembatan Perintis Garuda yang ada di wilayah Kodim 0802/Ponorogo,” jelasnya.
Ia berharap pengawasan tersebut dapat mendukung terwujudnya pembangunan jembatan yang berkualitas, sesuai perencanaan, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Menurutnya, kualitas pembangunan menjadi faktor penting agar infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Keberadaan tujuh Jembatan Perintis Garuda tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardesa, mempermudah mobilitas warga, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Akses penyeberangan yang lebih baik juga diharapkan membantu masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi dengan lebih mudah, sesuai kondisi dan fungsi masing-masing jembatan.
Melalui pengawasan dan evaluasi Itdam V/Brawijaya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Ponorogo diharapkan tidak sekadar memenuhi target penyelesaian fisik, tetapi juga mengedepankan mutu, keamanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat perdesaan.
Dengan konstruksi yang memenuhi ketentuan teknis, jembatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur wilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial dan perekonomian warga Kabupaten Ponorogo.
Rohim/Ponorogo












