Singkawang — Metrodeadline — Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Kalimantan Barat meminta Pemerintah Kota Singkawang memperkuat evaluasi kinerja, pelayanan publik, dan pengawasan anggaran menjelang peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Singkawang pada 2026.
Perwakilan LP-KPK Kalbar, Hendra E SH, mengatakan peringatan hari jadi perlu disertai evaluasi terhadap hasil pembangunan dan tata kelola pemerintahan, bukan hanya kegiatan seremonial.
“Hari Jadi ke-25 Kota Singkawang jangan hanya dimaknai sebagai perayaan dan kegiatan seremonial. Ini harus menjadi momentum untuk berbenah, memperbaiki kinerja pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran,” kata Hendra.
Ia menyebut penggunaan APBD harus sesuai peruntukan, didukung dokumen yang lengkap, terbuka untuk pemeriksaan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kami mendorong pemerintah memperkuat sistem pencegahan korupsi. Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan sesuai peruntukannya. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan, harus ditelusuri berdasarkan data dan bukti, kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Jangan ada pembiaran terhadap pelanggaran,” ujarnya.
Hendra juga meminta pemerintah menindaklanjuti kritik, masukan, dan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi terhadap program serta pelayanan publik.
“Pemerintah harus berani melakukan evaluasi internal. Jika ada program yang belum maksimal, perbaiki. Jika ada pelayanan yang lambat, benahi. Jika ada pengaduan masyarakat, tindak lanjuti secara serius. Jangan sampai masyarakat terus menyampaikan persoalan, tetapi penyelesaiannya tidak jelas,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan atau besarnya anggaran yang dibelanjakan. Indikatornya juga mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat, akses terhadap pelayanan, pembangunan infrastruktur, dan keterbukaan pengelolaan keuangan daerah.
Ia mengingatkan pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi dan pengawasan meskipun telah menerima penghargaan atau predikat tertentu. Pengawasan diperlukan untuk memastikan belanja daerah sesuai aturan dan program pembangunan berjalan sesuai sasaran.
Berdasarkan pubuikasi rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Singkawang, sejumlah kegiatan dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Agenda tersebut meliputi kegiatan budaya, upacara HUT Pemkot Singkawang pada 17 Oktober, pesta rakyat, Singkawang Trail Wisata pada 24 Oktober, dan Singkawang Night Run pada 31 Oktober 2026.
Hendra berharap rangkaian kegiatan tersebut disertai peningkatan tata kelola pemerintahan. Ia juga meminta DPRD, aparat pengawasan, lembaga penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, media, dan masyarakat menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangan masing-masing.
“Perayaan boleh meriah, kegiatan boleh banyak, tetapi hasil pembangunan harus nyata. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang baik, infrastruktur yang berkualitas, pengelolaan anggaran yang transparan, serta pemerintahan yang berani memperbaiki kekurangan,” ucapnya.
“Harapan kami, Singkawang semakin maju bukan hanya dalam slogan, tetapi juga dalam tata kelola pemerintahan. Benahi kinerja, perkuat pengawasan, tutup celah korupsi, dan tempatkan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya. Itulah makna peringatan hari jadi yang sesungguhnya,” pungkas Hendra.
Sugiarto/sumber : Hendra E SH LP-KPK KALBAR


