SULAWESI SELATAN

Kehilangan Kedua Orang Tua, Kelvin dan Selvi Bertahan dalam Keterbatasan Bersama Sang Paman

×

Kehilangan Kedua Orang Tua, Kelvin dan Selvi Bertahan dalam Keterbatasan Bersama Sang Paman

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG — Kehidupan dua bersaudara di Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, menjadi gambaran perjuangan keluarga yang bertahan di tengah keterbatasan.

Mereka adalah Muhammad Kelvin dan Selvi Arianti, dua dari tiga bersaudara yang kini menjalani kehidupan tanpa kehadiran kedua orang tua. Keduanya tinggal di kawasan RT 49, Lorong Halim, dengan perawatan dan dukungan dari sang paman, Edi Supriyadi.

Kisah tersebut menjadi perhatian pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Jalan Panca Usaha.

Menurut Edi, ibu ketiga bersaudara tersebut telah meninggal dunia ketika Kelvin masih berusia sekitar 13 tahun. Sementara sang ayah disebut telah menjalani kehidupan terpisah dan membangun keluarga baru.

Setelah kehilangan ibunya, ketiga bersaudara itu kemudian diasuh oleh Edi yang merupakan adik dari almarhumah ibu mereka.

Waktu kemudian membawa perubahan dalam kehidupan keluarga tersebut. Bayu Pratama, anak pertama, kini telah menikah dan tinggal terpisah. Sementara Kelvin dan Selvi masih tinggal bersama dan bergantung pada dukungan sang paman.

Kelvin Membutuhkan Perhatian Khusus

Kelvin yang kini berusia 18 tahun disebut memiliki kondisi khusus sejak kecil.

Menurut Edi, kondisi tersebut telah dialami Kelvin sejak lahir, termasuk masalah pada bagian kaki. Keluarga bahkan sempat membawa Kelvin untuk mendapatkan perawatan medis.

Kondisi tersebut membuat Kelvin membutuhkan perhatian dan perawatan lebih dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Di tengah kebutuhan tersebut, Edi harus berupaya memenuhi kebutuhan hidup Kelvin dan Selvi dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.

Kebutuhan sehari-hari seperti makanan, beras hingga kebutuhan perawatan Kelvin menjadi beban yang harus dipenuhi dengan penghasilan yang dimiliki Edi.

“Saya berusaha memenuhi kebutuhan mereka sebisa saya. Yang penting mereka tetap bisa makan dan kebutuhan Kelvin untuk perawatan juga terpenuhi,” ujar Edi.

Berharap Perhatian Pemerintah

Edi berharap kondisi kedua keponakannya mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat.

Ia berharap terdapat dukungan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar Kelvin dan Selvi, termasuk kebutuhan perawatan bagi Kelvin.

Edi juga berharap dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Palembang untuk menyampaikan kondisi kedua keponakannya sekaligus meminta perhatian pemerintah terhadap kehidupan dan kebutuhan mereka.

Permintaan tersebut menjadi penting untuk ditindaklanjuti melalui pendataan dan asesmen oleh instansi terkait, sehingga bentuk bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

Kisah Kelvin dan Selvi bukan hanya tentang kehilangan orang tua. Di balik kehidupan mereka, ada perjuangan seorang paman yang berusaha mengambil peran keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.

Kini, setelah sang kakak menjalani kehidupan sendiri, Kelvin dan Selvi masih bertahan bersama. Keduanya menjalani hari-hari dengan dukungan sang paman sembari berharap ada perhatian dan kepedulian dari lingkungan sekitar serta pemerintah.

Bagi keluarga tersebut, bantuan bukan sekadar soal materi, tetapi juga kepastian bahwa mereka tidak harus menghadapi keterbatasan seorang diri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!