BOJONEGORO — Krisis air bersih masih membayangi warga RT 01/RW 02, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Hampir satu bulan sumur warga mengering akibat kemarau, membuat kebutuhan air sehari-hari kini bergantung pada bantuan droping air bersih dari pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Bojonegoro.
Setiap dua hari sekali, armada tangki BPBD datang membawa pasokan air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Kedatangan tangki air pun langsung disambut puluhan warga yang membawa jerigen, ember hingga galon untuk menampung air.
Kondisi tersebut menggambarkan betapa rentannya kehidupan warga ketika sumber air utama mengering. Air yang sebelumnya dapat diperoleh dari sumur rumah tangga, kini harus ditunggu melalui distribusi bantuan.
Ketua RT 01 mengatakan, bantuan BPBD sangat membantu warga yang sudah hampir sebulan menghadapi krisis air bersih.
“Sudah hampir satu bulan kami krisis air. Alhamdulillah BPBD rutin kirim air dua hari sekali. Warga sangat terbantu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Namun, bantuan droping belum sepenuhnya menghilangkan persoalan. Kebutuhan air warga tetap tinggi, sementara pasokan sangat bergantung pada jadwal distribusi.
Menurutnya, air bantuan terutama digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak. Sedangkan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), warga harus melakukan penghematan.
“Kami berharap bantuan ini terus berlanjut sampai sumur warga ada air lagi. Kalau bisa jangan sampai telat, karena dua hari saja tidak droping, warga langsung kesulitan,” katanya.
Bukan Sekadar Persoalan Droping Air
Krisis yang berlangsung hampir sebulan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak cukup hanya diselesaikan dengan bantuan air tangki.
Droping air menjadi solusi darurat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Namun, ketika sumur warga terus mengering, diperlukan pula langkah antisipatif agar masyarakat tidak terus berada dalam ketergantungan terhadap bantuan setiap kali musim kemarau datang.
Warga berharap pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air dan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat waktu hingga sumber air kembali tersedia.
Di sisi lain, masyarakat juga membuka ruang bagi para dermawan untuk ikut membantu warga yang terdampak kekeringan.
Hingga Kamis (24/9/2026), distribusi air bersih BPBD di wilayah tersebut dilaporkan berjalan lancar dan tertib.
Bagi warga Gamongan, satu tangki air bukan sekadar bantuan. Di tengah sumur yang kering, pasokan tersebut menjadi penopang kebutuhan paling mendasar air untuk bertahan hidup.(Purnomo)












