Mandailing Natal

Dari Madrasah ke Lapangan Upacara, Fatimahtuz Zahra Tuntaskan Tugas Paskibra Kecamatan Siabu

×

Dari Madrasah ke Lapangan Upacara, Fatimahtuz Zahra Tuntaskan Tugas Paskibra Kecamatan Siabu

Sebarkan artikel ini

MANDAILING NATAL – Semangat nasionalisme dan tanggung jawab generasi muda kembali terlihat dalam upacara penurunan bendera Merah Putih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (17/8/2026).

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Fatimahtuz Zahra, pelajar kelas III Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Madina. Putri pasangan Muhammad Yusuf dan Lisda Hapisah, yang berdomisili di Kelurahan Simangambat, dipercaya menjadi salah satu anggota Paskibra sekaligus petugas penurunan bendera Merah Putih pada upacara yang digelar di Lapangan SMAN 1 Siabu.

Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fatimahtuz Zahra. Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga karena dapat menjadi bagian dari pelajar yang dipercaya menjalankan tugas dalam momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

“Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bisa menjadi petugas pengerek bendera pada penurunan bendera. Ini merupakan cita-cita bagi kami para pelajar di momen HUT RI,” ungkap Fatimahtuz Zahra.

Menurutnya, menjadi anggota Paskibra merupakan impian banyak pelajar di Kecamatan Siabu. Namun, kesempatan tersebut juga datang dengan tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh kesungguhan.

Fatimahtuz Zahra mengakui sempat merasa gugup ketika menjalankan tugas. Namun, rasa gugup tersebut berusaha ditepis demi menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.

“Alhamdulillah, karena tekad, tugas dan tanggung jawab, semua berjalan lancar,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan pelajar agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Menurutnya, prestasi dapat diraih melalui semangat belajar, disiplin, dan kemauan untuk terus berjuang.

“Teruslah berjuang dan belajar untuk meraih prestasi terbaik,” pesannya.

Kebanggaan Keluarga, Bukan Alasan untuk Berhenti Berprestasi

Sementara itu, sang paman, Edi Agusman, mengaku bangga atas pencapaian Fatimahtuz Zahra yang dipercaya menjadi anggota Paskibra Kecamatan Siabu dan mendapat tugas dalam prosesi penurunan bendera.

Menurut Edi Agusman, capaian tersebut merupakan sebuah prestasi yang layak diapresiasi sekaligus menjadi kebanggaan keluarga.

“Apa yang dilaksanakan Fatimah hari ini merupakan prestasi. Ini tentu juga menjadi kebanggaan keluarga,” ujar Edi Agusman yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siabu.

Namun, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat Fatimahtuz Zahra cepat berpuas diri. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibra harus dijadikan motivasi untuk meraih prestasi lain, baik di bidang akademik maupun kegiatan positif lainnya.

“Jangan terus berpuas diri. Teruslah raih prestasi-prestasi lainnya, baik akademik maupun bidang lainnya,” pesannya.

Keterlibatan Fatimahtuz Zahra dalam upacara penurunan bendera tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Di balik pengibaran dan penurunan Merah Putih, terdapat proses pembentukan karakter generasi muda melalui disiplin, tanggung jawab, keberanian, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu diteruskan oleh generasi muda melalui pendidikan, prestasi, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.(Suhartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!