Kolom Netizen

Proyek Bahu Jalan di Jalan AH Nasution Metro Dipertanyakan Warga, Publik Soroti Prioritas Pembangunan dan Manfaatnya

×

Proyek Bahu Jalan di Jalan AH Nasution Metro Dipertanyakan Warga, Publik Soroti Prioritas Pembangunan dan Manfaatnya

Sebarkan artikel ini

 

Metronewstv.IDPembangunan bahu jalan di ruas Jalan 21 sekitar SPBU Kota Metro menjadi sorotan warga setelah muncul pertanyaan terkait tujuan dan manfaat pekerjaan tersebut.

Sorotan itu mencuat usai Feriansyah Linggo melalui unggahan status di media sosial Facebook mempertanyakan kejelasan pekerjaan yang sedang berlangsung.

“Serius tanya, di Jalan 21 sekitaran SPBU ini judulnya apa ya? Kalau perbaikan, mana yang rusak? Kalau pelebaran, kok nggak nalar juga? Makasih yang sudah bantu jawab,” tulis Feriansyah dalam unggahannya, Minggu 16 Juni 2026.

Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian warganet. Puluhan komentar dan tanda suka diberikan, dengan sebagian warga ikut menyampaikan pandangan terkait pembangunan tersebut.

Salah satu komentar datang dari Johan Saputra yang mengaku berdomisili di sekitar lokasi pembangunan. Ia menyebut, berdasarkan informasi dari lingkungan setempat, rencana awal pembangunan sebenarnya adalah pembuatan drainase dari ruas Rumah Sakit Islam hingga kawasan Bes Cinema.

“Info dari RT awalnya akan dibangun drainase ruas RS Islam sampai Bes Cinema, sudah diajukan dari 10 tahun lalu. Karena ada kendala kaitannya dengan pipa PDAM akhirnya info berubah dialihkan jadi bahu jalan,” tulis Johan.

Menurutnya, pembangunan drainase lebih dibutuhkan masyarakat sekitar karena sejumlah titik masih mengalami persoalan genangan air saat musim hujan.

“Sebagai warga saya sudah ayem dengan akan dibangun drainase, karena depan rumah memang tidak ada drainase, banjir kalau musim hujan. Jujur kecewa karena menurut saya lebih manfaat drainase daripada bahu jalan dalam konteks kebutuhan yang lebih prioritas,” tambahnya.

Komentar lain disampaikan Haryadi S yang mempertanyakan efektivitas pembangunan tersebut dari sisi teknis dan manfaat jangka panjang.

Ia menilai pembangunan harus mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk keberadaan pohon besar dan fungsi jalan yang ada.

“Pembangunan pekerjaan ini saya berani mengatakan tidak akan efektif kegunaannya untuk apapun. Kita lihat secara kasat mata ada pohon besar mahoni yang disebut ikon Kota Metro dan ada bahu jalan,” tulisnya.

Ia juga mempertanyakan kedalaman pengerjaan serta hasil akhir pekerjaan tersebut.

“Apakah bisa diyakini pekerjaan ini akan maksimal? Coba lihat pengerukan tanah yang akan dibangun seberapa dalamnya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai detail pekerjaan tersebut, termasuk nama kegiatan, tujuan pembangunan, nilai anggaran, serta alasan perubahan rencana dari drainase menjadi bahu jalan.

Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan terbuka agar pembangunan yang menggunakan anggaran daerah benar-benar sesuai kebutuhan dan memberi manfaat bagi warga.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *