JAWA TIMUR

Bocah 11 Tahun di Sambit Ditemukan Meninggal di Dam Pengairan, Pemancing Tak Sengaja Menemukan Jasadnya

×

Bocah 11 Tahun di Sambit Ditemukan Meninggal di Dam Pengairan, Pemancing Tak Sengaja Menemukan Jasadnya

Sebarkan artikel ini

PONOROGO – Peristiwa tragis terjadi di Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Seorang bocah laki-laki berinisial ARH (11), warga setempat, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di dam saluran pengairan sawah pada Minggu (11/10/2026) siang.

Penemuan korban bermula ketika seorang warga yang sedang mencari ikan di aliran sungai tersebut secara tidak sengaja menemukan jasad korban. Sebelumnya, ARH diketahui meninggalkan rumah sejak subuh dengan mengendarai sepeda kayuh tanpa berpamitan kepada orang tuanya.

 

Kapolsek Sambit, AKP Moh Isa Latip, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa penemuan jasad itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, seorang warga sedang menjaring ikan di sekitar lokasi kejadian.

 

Ketika menyusuri aliran air, saksi merasakan kakinya menginjak sesuatu yang ternyata merupakan kepala manusia. Sontak, saksi terkejut dan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

 

Mendengar teriakan tersebut, warga segera berdatangan untuk membantu. Bersama petugas kepolisian dan aparat desa setempat, warga kemudian melakukan upaya evakuasi di dasar dam yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter.

 

“Setelah dievakuasi dari dasar sungai, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas AKP Moh Isa Latip.

 

Petugas piket SPKT dan Unit Reskrim Polsek Sambit, Tim Inafis Polres Ponorogo, serta tenaga medis dari Puskesmas Sambit selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

 

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Sambit bersama Tim Inafis Polres Ponorogo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam.

 

Di lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang milik korban, yakni satu kaus berwarna hitam, celana pendek berwarna cokelat, serta satu unit sepeda kayuh.

 

Meski demikian, penyebab pasti korban dapat berada di dalam dam tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang disampaikan.

 

Keluarga Terima sebagai Musibah

 

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan tidak menuntut pihak mana pun serta menolak dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah korban.

 

Setelah proses pemeriksaan dan penanganan di lokasi selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Korban selanjutnya dipersiapkan untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika beraktivitas di sekitar sungai, dam, saluran irigasi, maupun lokasi perairan lain yang memiliki risiko bahaya.

Kewaspadaan keluarga dan lingkungan sekitar diharapkan dapat membantu mencegah terulangnya peristiwa serupa.(*)

Rohim/Ponorogo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!