TOBA, Metronewstv.ID— Kawasan Habinsaran, Borbor dan Nassau (Habornas) kehilangan salah satu sosok yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ketua Umum Forum Perjuangan Masyarakat Habornas (Forpemas), Drs. Parasman Pasaribu, M.M., berpulang pada Minggu subuh, 6 September 2026.
Kepergian Parasman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat, serta sejumlah rekan yang selama ini mengenal kiprahnya dalam memperjuangkan berbagai persoalan di Kabupaten Toba.
Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai sosok yang tidak mudah menyerah ketika menyuarakan kepentingan masyarakat. Kritik terhadap kebijakan pemerintah, persoalan infrastruktur, hingga isu lingkungan menjadi bagian dari perjuangan yang terus disuarakannya.
Gigih Memperjuangkan Jalan untuk Rakyat
Salah satu persoalan yang kerap menjadi perhatian Parasman adalah kondisi infrastruktur jalan di kawasan Habornas.
Kerusakan jalan yang dinilai menghambat aktivitas dan perekonomian masyarakat menjadi alasan bagi almarhum untuk terus menyampaikan kritik dan mendesak pemerintah agar memberikan perhatian serius.
Bagi Parasman, pembangunan infrastruktur bukan sekadar persoalan fisik, melainkan menyangkut akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, perdagangan, serta roda perekonomian.
Ia pun tidak segan menyampaikan kritik kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ketika kebijakan maupun pembangunan dinilai belum menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan Habornas.
Berdiri di Garda Terdepan Membela Aspirasi
Keberanian menyampaikan suara masyarakat membuat Parasman dikenal sebagai salah satu tokoh yang vokal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
Melalui Forpemas-Habornas, ia aktif mengawal berbagai persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Baginya, menyampaikan kritik merupakan bagian dari kontrol sosial agar pemerintah tidak kehilangan arah dalam menjalankan pembangunan.
Konsistensi tersebut membuat sosok Parasman tidak hanya dikenal di tengah masyarakat, tetapi juga di kalangan jurnalis yang selama ini mengikuti berbagai perjuangannya.
Cinta Kampung Halaman Menjadi Energi Perjuangan
Perjuangan Parasman tidak dapat dilepaskan dari kecintaannya terhadap tanah kelahiran.
Habornas dan Bona Pasogit menjadi bagian penting dalam perjalanan perjuangannya. Ia ingin melihat masyarakat di wilayah tersebut memperoleh pembangunan yang layak sekaligus memiliki ruang hidup yang aman dan berkelanjutan.
Kecintaan terhadap kampung halaman itulah yang membuatnya terus bersuara, bahkan ketika persoalan yang diperjuangkan membutuhkan waktu panjang untuk mendapatkan perhatian.
Tegas Menjaga Lingkungan
Selain persoalan infrastruktur dan pembangunan, perhatian Parasman juga menyentuh persoalan lingkungan hidup.
Ia dikenal tegas menyikapi pembangunan yang dinilai berpotensi mengganggu ruang hidup masyarakat maupun kelestarian lingkungan.
Sikap tersebut menjadi bagian dari prinsip perjuangannya: pembangunan harus memberikan manfaat kepada masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan dan kehidupan warga.
Tiga Tahun Menjadi Mitra Media
Kiprah Parasman juga meninggalkan kesan di kalangan media siber.
Perwakilan Sekber Media Group Cyber Sumut, A. Nst, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Drs. Parasman Pasaribu, M.M.
Menurut A. Nst, selama kurang lebih tiga tahun terakhir, almarhum aktif menjalin komunikasi dan kemitraan dengan media dalam menyampaikan berbagai kritik, masukan, serta kondisi masyarakat Habornas.
“Hampir dalam kurun waktu tiga tahun ini, almarhum Drs. Parasman Pasaribu, M.M. dalam menyuarakan kritikan dan masukan terkait Forpemas-Habornas selalu menyuarakan melalui media online yang berada dalam grup Sekber kita,” ujar A. Nst.
Bagi rekan-rekan pers, Parasman bukan sekadar tokoh masyarakat. Ia merupakan mitra yang kritis, vokal, dan konsisten menyampaikan persoalan masyarakat untuk mendapatkan perhatian publik dan pemerintah.
Kini, suara lantang itu telah berhenti.
Namun, berbagai catatan perjuangannya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Habornas. Kritik, keberanian, dan kepeduliannya terhadap kampung halaman menjadi warisan moral bagi generasi penerus.
Kepergian Parasman bukan hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga, tetapi juga menyisakan ruang kosong bagi perjuangan masyarakat yang selama ini dikawalnya.
Selamat jalan, Sang Pejuang Habornas.
Semoga amal ibadah almarhum diterima Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, penghiburan dan kekuatan.










