MANDAILING NATAL, Metronewstv.ID — Keterbatasan akses dan medan perjalanan yang cukup ekstrem tidak menyurutkan semangat jajaran Puskesmas Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terpencil.
Dengan menggunakan kendaraan roda dua, Kepala Puskesmas Siabu NS Akbar Komaini bersama tenaga kesehatan, pegawai Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) menyambangi Dusun Aek Tombang dan Dusun Lubuk Sihim, wilayah Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kamis (3/9/2026).
Rombongan juga didampingi Kepala Desa Muara Batang Angkola Satriya Wira, para kepala dusun serta wartawan. Meski harus menempuh perjalanan dengan kondisi medan yang menantang, rombongan akhirnya tiba dan disambut antusias masyarakat.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas permohonan masyarakat yang disampaikan saat kunjungan kerja Camat Siabu Ahmad Fadlan Lubis, S.Sos., M.M., beberapa waktu lalu.
Dalam pelayanan tersebut, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi. Pelayanan juga menyasar ibu hamil, balita serta pelayanan keluarga berencana. Sejumlah anak bahkan mendapatkan imunisasi yang sebelumnya belum pernah mereka terima.
Kepala Dusun Taliso Zai mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah Puskesmas Siabu yang turun langsung ke wilayah mereka.
Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan ke dusun tersebut merupakan pengalaman pertama bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara langsung tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan.
“Baru kali ini kami diberikan layanan kesehatan secara langsung. Biasanya kalau mau berobat dan cek kesehatan, kami harus turun dulu dengan menempuh perjalanan sekitar dua jam,” ungkapnya.
Ia berharap pelayanan kesehatan ke wilayah tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya fasilitas berupa rumah singgah kesehatan yang dapat digunakan ketika terdapat warga sakit, ibu hamil atau warga yang membutuhkan pertolongan medis.
“Cek kesehatan ini bisa terus berlanjut ke depannya agar masyarakat bisa terbantu dan tertolong, terutama ibu hamil dan anak-anak,” harapnya.
CKG Sekaligus Edukasi Kesehatan
Kepala Puskesmas Siabu NS Akbar Komaini mengatakan, pelayanan CKG tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Menurut Akbar, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama antara Puskesmas Siabu, Pemerintah Desa Muara Batang Angkola, kepala dusun serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga menggandeng PLKB untuk memberikan pelayanan KB.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dengan Kades Muara, Kadus Aek Tombang dan Kadus Lubuk Sihim, walaupun perjalanan penuh dengan tantangan dan ekstrem, kami merasa puas dan bangga dengan sambutan masyarakat serta antusias warga mengikuti CKG,” kata Akbar usai kegiatan.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Bahkan, seluruh balita yang hadir mendapatkan pelayanan imunisasi.
“Kehadiran warga di sana mencapai 100 persen dan balita juga dapat divaksin semuanya,” sambungnya.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, tim Puskesmas Siabu juga memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan kesehatan yang dinilai penting bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Materi penyuluhan meliputi pencegahan pernikahan dini, kesehatan calon pengantin (catin), pengaturan jarak kehamilan melalui program KB, pentingnya persalinan ditolong tenaga kesehatan serta imunisasi.
“Penyuluhan yang kami berikan yaitu tentang pernikahan dini, catin atau calon pengantin, jarak kehamilan melalui KB, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dan juga imunisasi,” jelasnya.
Warga Minta Rumah Singgah
Di sela kegiatan, Akbar juga berdialog langsung dengan masyarakat. Salah satu aspirasi yang disampaikan warga adalah kebutuhan rumah singgah yang berada di lokasi lebih mudah dijangkau.
Fasilitas tersebut dinilai penting, terutama untuk membantu ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan maupun persiapan persalinan, mengingat jarak dan kondisi medan menuju fasilitas kesehatan menjadi salah satu kendala.
Menanggapi aspirasi tersebut, Akbar menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepala dusun dan masyarakat.
“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kades, Kadus dan masyarakat untuk bergotong royong membangun rumah singgah tersebut,” ujarnya.
Dekati Anak-Anak, Berikan Edukasi Sejak Dini
Kegiatan pelayanan kesehatan juga dimanfaatkan Akbar untuk berinteraksi dengan anak-anak sekolah dasar di wilayah tersebut.
Ia bercengkerama dengan para siswa sekaligus memberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Puskesmas Siabu tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pengobatan, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran dan pengetahuan kesehatan sejak usia dini.
Kegiatan pelayanan CKG di dua dusun terpencil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa akses geografis tidak semestinya menjadi penghalang masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Di tengah kondisi medan yang sulit, kehadiran tenaga kesehatan secara langsung menjadi penting agar masyarakat di wilayah pedalaman tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak dan berkelanjutan.(*)










